Dalam selang waktu dua hari, dua orang teman berbeda menjadi korban “online shop”. Apakah dia terlanjur mentransfer kemudian barang tak datang? Bukan. It’s even worse. Some jerks hacked their facebook accounts and turns them into bloody FAKE online shops. Account yang sudah diubah tersebut adalah: Prima Shop Handphone (minggu lalu masih jd account Dea Tamara) dan Selularshop Palembang (sebelumnya account milik Dedeh Kurniasih).

Saya pernah mendengar modus seperti ini terjadi di beberapa tempat. Untuk yang belum paham, begini cara kerjanya:

  1. Si Penjahat nge-hack account FB personal si Korban. Korban biasanya adalah mereka yang punya teman cukup banyak & dengan tingkat pengamanan account FB yang biasa saja.
  2. Si Penjahat menghapus semua data profil dan foto si Korban. Namun friendlists yang ratusan dipertahankan.
  3. Si Penjahat upload foto-fot gadgets yang SUPER MURAH ke album foto dan nge-tag teman-teman si Korban.
  4. Semua pertanyaan yang kritis atau berbau kecurigaan akan dihapus dan usernya diblok. Saya berkomentar kritis di foto-foto TIGA online shops berbeda, komentar saya dihapus dan saya diblok. Situ nggak percaya, silakan coba.
  5. “Transaksi” dilakukan via Inbox atau japri SMS. Bila Pembeli sudah transfer, si Penjahat akan ngeblok semua akses Pembeli ke account FB tersebut jadi si Pembeli nggak bisa complaint atau memperingatkan user lain.

Ciri online shop penipu:

  1. Tidak ada alamat toko/bangunan fisik dan nomor telepon landline. Kalaupun ada, dijamin fiktif.
  2. Tidak ada conversation di wall/foto. Mereka menghapus semua komentar yang berbau kecurigaan supaya penipuannya tidak ketahuan.
  3. Kalaupun ada percakapan yang seakan-akan itu pembeli dan penjual, jangan langsung percaya dan telusuri dulu identitasnya. Bisa jadi percakapannya hanya rekayasa. Hari gini, bikin profil Facebook palsu gampang banget segampang makan tempe.
  4. Harga barang yang ditawarkan SUPER MURAH, bisa kurang dari setengah harga pasaran. FYI, barang-barang black market di Batam (yang tidak melalui bea cukai) pun nggak bakal segitu jauhnya.
  5. Online shop yang bentuknya fan page lebih rawan, karena kebijakan Facebook yang baru tidak memperkenankan page untuk menunjukkan fans lainnya. Jadi, Korban tidak bisa memperingatkan calon Korban lainnya.

Orang-orang yang ngiler pada gadget murah & merasa bangga kalau bisa ngakalin negara karena bisa dapat barang BM (tanpa bayar pajak), HATI-HATILAH karena orang-orang seperti ini yang potensial jadi korban penipuan online shops di facebook.

Ada info tentang online shop penipu/tips berguna lainnya? Please share ya. Bila ada info mengenai tindakan hukum yang sudah dilakukan terkait ini, mari dishare juga agar calon-calon korban bisa lebih berhati-hati.

Sumber: NONADITA.COM